Langsung ke konten utama

Sampai Kapan ?

Suara-suara bising terus bersahutan
Saling menyuarakan akan kebenaran
Saling meronta, menuduh dan menjatuhkan
Tak tau mana yang benar
Semua seakan menginginkan kemenangan

Dunia semakin bimbang
Antara iba dan marah, kini tak ada bedanya
Suara yang kuat, teriak menghina
Suara yang lemah, menjerit menangis
Saat ditanya, itu siapa??
Mereka berlomba-lomba sembunyi dibalik mulut besarnya

Kini, satu katapun dapat mengalihkan dunia
Entah benar atau salah
Semua sama saja
Mudah tertipu dalam raut-raut palsu yang mendominasi

Kini, Sedikit saja api yang menyala pada ujung tombak
Namun mampu menyulut empati dan emosi
Entah palsu atau realita
Semua sama saja
Tidak ada yang mau mengotori tangan-tangannya
untuk menggali kebenaran yang tertimbun di dasar tanah

Sampai kapan matamu akan terus menutup?
Seolah tak melihat, mereka yang mengemis akan keadilan
Sampai kapan mulutmu akan tetap diam membisu?
Seolah tak dapat membela, mereka yang difitnah akan dosa penguasa
Sampai kapan tanganmu akan terus merangkup kedua telinga?
Seolah tuli, akan suara-suara mereka yang kelaparan karena haknya tergadaikan
Sampai kapan???
Sampai kapan kau akan tetap tak menghiraukan?
Sampai mereka tenggelamkan dunia dengan ketamakannya,
Atau sampai dunia melenyapkan mereka dengan amarahnya

Karya : Dewi Nafisah
Anggota Divisi Sastra MP3 FIP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOMBA CERPEN NASIONAL MP3 FIP UM

 Syarat dan ketentuan : Peserta siswa SMA/SMK/Sederajat se-Indonesia Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat Hak cipta melekat pada penulis, tapi hak terbit menjadi hak panitia  Tanggal penting : Pengumpulan naskah 17 Juni s.d. 30 Agustus 2016 Penjurian 1 September – 7 September 2016 Pengumuman Lomba 9 September 2016  Ketentuan naskah : Karya diketik rapi dalam bentuk softfile ms.word : kertas A4, Times New Roman, font size 12, spasi 1.5, margin kiri 4cm, margin kanan 3cm, margin atas 3cm, margin bawah 3cm. Panjang naskah 3-5 halaman Karya yang dikirim tidak diperbolehkan mengandung unsur adu domba antar suku, agama, ras Karya yang dikirim harus bersifat original, dan belum pernah dipublikasikan di media apapun    Mekanisme pendaftaran lomba cerpen Peserta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 25.000 per naskah Pembayaran dikirimkan ke rek. BRI 640501010814538 an. Armi Diah Mengirimkan segala file ke mp3fip15@gmail.com Ko...

Bagaimana mimpimu?indahkah?

Jalur SNMPTN UM. UM, universitas mahasantuy katanya.  Nyatanya, UM terkenal dengan sejuta keelokannya serta lulusan yang kompeten. Menjadikan UM sebagai salah satu kampus yang didambakan setiap generasi muda. Tak khayal banyak calon mahasiswa baru yang ingin menimba ilmu di kampus yang dulunya dikenal sebagai IKIP Malang. Sudah selayaknya bagi mahasiswa baru bersyukur atas diterimanya di kampus ini. Tapi alangkah baiknya kita sebagai mahasiswa harus lebih kritis. Namanya juga mahasiswa. Beda dengan siswa. Apalagi maba yang pikirannya masih jernih. Maka dari itu harus selektif dalam berbagai hal. Akhir-akhir ini banyak bermunculan grup whatsaap yang mengatasnamakan Diskusi Maba UM.  Namun, berisi oknum yang tidak bertanggung jawab. Mulanya mereka memberikan informasi mengenai daftar ulang dan segala tetek bengeknya. Tanpa disangka mereka juga memiliki maksud terselubung. Maka dari itu BEM BEM fakultas mengeluarkan woro-woro agar tidak sembarang masuk grup diskusi whatsaap...

Omelan Aktivis Desa

Penulis : Khoirul Muttaqin (PLS FIP 2015) Udara yang segar hujan yang indah bulan yang telah berlalu. Secuil mentari terlihat anggun dibalik gunung jauh pertanda hari baru telah datang. Kupu-kupu dan kumbang mulai menampakkan dirinya di antara bunga-bunga melati kesukaanku. Bulan ini berbeda dengan bulan yang telah berlalu. Nyanyian ketidak cocokan terus mengalir dalam benakku. Hari-hari ini. Beberapa hari suara klakson aneh itu terdengar terus di telinga. Pagi siang malam suaranya tak kunjung reda. Kenapa yang hanya suara seperti itu saja bisa menggema ke berbagai sudut ruanganku, televisi radio dan dunia maya juga tak henti-hentinya mengeluarkan suara aneh itu. “Buku Conscientizacao Tujuan Pendidikan Paulo Freire ini   kelihatannya bagus   buat dibaca orang-orang latah itu agar sadar akan keberadaannya. Supaya tidak mudah ikut-ikutan budaya tranding , terseret arus yang enggak jelas yang terlihat bagaikan tidak memiliki p...