Langsung ke konten utama

Dengan Berpuasa Mampu Meningkatkan Kesehatan Tubuh dan Meregenerasi Sel-Sel di Dalam Tubuh

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang akan selalu ditunggu-tunggu oleh setiap umat muslim di seluruh dunia, karena pada bulan inilah Allah SWT akan membukakan pintu rahmat, keberkahan, serta pengampunan yang selebar-lebarnya. Pada bulan ini seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, sebagaimana yang tertuang pada rukun iman yang ke-4. Puasa merupakan suatu amalan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari segala nafsu, seperti makan, minum, berzina (berjima’) yang dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari (maghrib) dengan syarat dan rukun tertentu.

Puasa adalah sarana yang paling ampuh dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang, dimana hal tersebut harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dalam menjalaninya sehingga ia akan mendapatkan ketenangan hati dan jiwa. Selain mempunyai manfaat secara rohaniah, berpuasa juga akan memberikan manfaat secara fisik bagi tubuh kita. 

Menurut Masludi, dokter yang berasal dari Indramayu Jawa Barat mengatakan bahwa dalam beberapa penelitian yang pernah ia baca, makan dan minum yang berlebihan dapat membayakan lambung, memberatkan kerja jantung, mengancurkan hati, mengerasnya pembuluh darah, naiknya tekanan darah, sesak dada, hingga kencing manis. Semua penyakit tersebut dapat dicegah dan diobati salah satunya dengan cara berpuasa, yakni membatasi nafsu makan (diet) dengan tidak makan dan minum secara berlebihan.

Puasa Ramadhan menjadi hal penting jika kita pahami juga manfaatnya. Dengan berpuasa berarti kita sudah melakukan suatu aktivitas fisik maupun biologis, hal ini dikarenakan dengan berpuasa kita diajarkan untuk melatih tubuh kita secara disiplin agar dapat mengontrol kualitas dan kuantitas makanan yang kita konsumsi. Saat berpuasa dimana kita menahan haus dan lapar kurang lebih selama 6 sampai 8 jam, pada saat itu tubuh akan mengalami fase istirahat setelah mengalami fase pencernaan normal, maka dalam fase tersebut akan terjadi degradasi dari lemak dan glukosa darah. Dengan berpuasa juga akan meningkatkan derajat kesehatan kita, seperti penyakit tekanan darah tinggi, maag, dan kadar gula darah akan lebih terkontrol.

Manfaat puasa lainnya juga dipaparkan dalam penelitian yang dilakukan oleh seorang professor biologi MIT (Massachusetts Institute of Technologi) dan anggota Whitehead Institute for Biomedical Research dan Koch Institute, David Sabatini yang dipublikasikan di jurnal Cell Stem Cell pada 3 Mei 2018, mengatakan bahwa menelitian yang ia lakukan pada tikus muda dan tikus yang tua memberikan efek berupa peningkatan regenerasi sel-sel punca (sebuah sel yang belum memiliki fungsi khusus, dapat memperbaharui dan membelah diri menjadi sel yang serupa (sejenis) atau mengubah diri (berdiferensiasi) menjadi jenis sel yang sama sekali berbeda tergantung lingkungannya) pada tikus secara pesat, sehingga hal tersebut memberikan bukti bahwa puasa menginduksi “sakelar metabolic” di sel-sel punca usus dengan memanfaatkan karbohidrat untuk membakar lemak. Selain itu dilansir oleh Science Daily menurut Omer Yilmaz, asisten professor biologi MIT yang juga merupakan salah satu peneliti senior dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa berpuasa ternyata memiliki manfaat yaitu dapat meningkatkan regenerasi untuk melawan penyakit yang menyerang pada usus, seperti kanker ataupun infeksi.

Sekelompok peneliti dari Baylor College of Medicine, Houston, Texas, Amerika Serikat baru-baru ini juga melakukan sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Proteomics, volume 217, pada tanggal 15 April 2020 mengenai efek puasa terhadap system imun tubuh manusia. Mereka menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan serum kepada 14 orang yang melakukan puasa selama 30 hari secara terus menerus dari waktu subuh hingga maghrib yang dijadikan dalam subjek penelitian ini terbukti dapat menjadi terapi pencegahan kanker, juga mampu menginduksi protein pengatur utama perbaikan DNA dan meningkatkan regulasi protein terhadap penyakit alzheimer dan gangguan neuropsikiatri, serta dapat meningkatkan system kekebalan tubuh manusia.

Pada dasarnya berpuasa pada bulan suci Ramadhan adalah sebagai bentuk keimanan dan ketakwaan kita terhadap perintah Allah SWT, yang mana dengan berpuasa kita tidak hanya akan mendapatkan ketenangan batin dan jiwa, tetapi juga akan memperoleh manfaat secara fisik pada tubuh kita. Kita juga hendaknya memperhatikan makanan yang akan kita makan, yaitu dengan memilih makanan yang bergizi seimbang dikarenakan tubuh kita belum menerima makanan selama beberapa jam, sehingga tubuh akan tetap memperoleh asupan nutrisi dan diharapkan dapat terhindar dari berbagai penyakit.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENARKAH??

Karya : Ariska Endah Pratiwi (Ketua Divisi Sastra 2016) Senin pagi, desir-desir angin mengipasi udara Malang. Sejuk, dengan rimbun pohon hijau dan gesekan sapu tukang kebun yang mengayunkan nada pada daun-daun yang berguguran. Sendiri, aku mengetik tulisan ini sendirian, tanpa kawan, tanpa makanan, tanpa minuman. Hening, tepat ketika jarum jamku menunjuk angka delapan, aku hilang dalam keheninganku sendiri. “Mengapa aku disini?” tanyaku pada papan keyboard yang kutunggangi. “Untuk apa aku disini?” tanyaku pada hening yang memuakkan. Aku haus, kurogoh tas ransel abu-abu yang baru dibelikan ibuku satu minggu lalu. Kuambil sebotol air putih pada wadah orange dan kutenggak. Tetapi kerongkonganku tetap kering dan sakit. Aku baru sadar udara sejuk ini menipuku, karena pada kenyataannya aku tak sesejuk pohon maupun tiupan angin. Aku gersang dan terlalu banyak pertanyaan yang menyembul bagai sulur di atas otakku, mematikan aku untuk berpikir yang membahagiakan. Tadi malam, aku mim...

Hidup Sendiri Akan Terasa Damai dan Baik-Baik Saja

 Oleh: Feris Rahma Auliya Aku pernah merasa jenuh untuk tinggal di rumah, yang sepertinya tidak lagi menjadi tempat pulangku yang utuh. Setiap hari, ada saja perselisihan yang terjadi di rumah kami. Entah saling berebut remot TV dengan adik, ibu yang menyuruh membeli ini dan itu padahal aku sedang sibuk-sibuknya dengan tugas kuliah, atau ayah yang- Ah sudahlah! Aku bahkan tidak pernah akrab dengan ayah. Dalam sehari pun, belum tentu aku berbicara kepadanya. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk berbicara seperlunya saja. Tanpa ada kesepakatan, hal itu terjadi dengan sendirinya. Seperti itulah gambaran rumah bagiku. Rasanya muak. Aku ingin pergi. Pergi jauh ke kota orang yang asing. Di mana hanya ada aku dan diriku. Itu saja. “Hidup sendiri akan terasa damai dan baik-baik saja,” begitulah pikirku. Pada bulan April yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, aku berencana merantau ke kota Blitar. Selain karena tempat kuliahku berada di kota Patria itu, aku juga ingin menjelajah bumi, meny...

Omelan Aktivis Desa

Penulis : Khoirul Muttaqin (PLS FIP 2015) Udara yang segar hujan yang indah bulan yang telah berlalu. Secuil mentari terlihat anggun dibalik gunung jauh pertanda hari baru telah datang. Kupu-kupu dan kumbang mulai menampakkan dirinya di antara bunga-bunga melati kesukaanku. Bulan ini berbeda dengan bulan yang telah berlalu. Nyanyian ketidak cocokan terus mengalir dalam benakku. Hari-hari ini. Beberapa hari suara klakson aneh itu terdengar terus di telinga. Pagi siang malam suaranya tak kunjung reda. Kenapa yang hanya suara seperti itu saja bisa menggema ke berbagai sudut ruanganku, televisi radio dan dunia maya juga tak henti-hentinya mengeluarkan suara aneh itu. “Buku Conscientizacao Tujuan Pendidikan Paulo Freire ini   kelihatannya bagus   buat dibaca orang-orang latah itu agar sadar akan keberadaannya. Supaya tidak mudah ikut-ikutan budaya tranding , terseret arus yang enggak jelas yang terlihat bagaikan tidak memiliki p...