Langsung ke konten utama

Pengumuman Hasil Lomba Esai 2018



KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM)
MAHASISWA PENELITI DAN PENULIS PRODUKTIF (MP3)
Jalan Semarang 5, Malang 65145
Telepon: 0341-566962
Laman: www.um.ac.id
 

Rekap Nilai Peserta LOMBA ESAI 2018
dengan tema "Meningkatkan Nilai-Nilai Pancasila Anak Bangsa melalui Pendidikan"

No
Nama
Judul
Juri 1
Juri 2
Juri 3
Total
1.
Devi Rayvahiz
Buat apa wilayah seluas Sabang sampai Merauke, Jika Pemudanya kehilangan Idealisme (Najwa Sihab)
44
72
43
159
2.
Isnaeni Kurnya Falakhiya
Peningkatan Budaya Literasi Melalui Buku Audio Visual Pengenal Sejarah Bangsa Indonesia Sebagai Pembentuk Pendidikan Karakter Anak Bangsa Bernilai Pancasila
29
70
28
127
3.
Siti Zaenab
Strategi Perubahan melalui Tiga Pilr Penegak Perubahan Besar Oleh Mahasiswa
34
75
30
139
4.
Az Zahra Azizah Lubis
Sikap Bermoral yang Terlupakan
25
75
35
135
5.
Fadhilatun Nisa’
Gerakan Pendidikan PancasilaUnuk Membangun Anak Bangsa yang Berkaraker dan Menerapkan Nilai-Nilai Pancasiladalam Kehidupan Masyarakat
31
72
38
141
6.
Yulianti
Berikan Kepercayaan Kepada Seorang Anak!
33
80
37
150
7.
Ria Candra Yuniarti
Membangun  Karakter Anak Bangsa Melalui Pendidikan Moral Berpancasila
31
68
41
140
8.
Zahid Zufar At Taariq
Sikap dan Solusi dari Dampak Buruk SMARTPHONE sebagai Upaya dalam Mengantisipasi NOMOPOBHIA  dan Kejahatan CYBER BULLYIN  terhadap Anak-Anak
36
77
39
152
9.
Farida Ulfah
Peran Pendidikan Karakter Dalam Upaya Pembentukan Karakteistik Generasi Muda
35
72
24
131
10.
Meysya Rilla Nadhifah
Pendidikan Multikuralisme sebagai Bentuk Perwujudan Nilai Keadilan Sosial di Era Globalisasi
40
63
35
138
11.
Novia Nurul
Kolaborasi Nilai-Nilai Pancasila dan Bahasa Kromo Untuk Pendidikan Pemuda yang kekinian
23
62
29
114
12.
Rifqon Hakiki
Solusi Cerdas Revitalisasi Pendidikan Moral Berbasis Permainan Ular Tangga
33
82
31
146
13.
Nikmatul Khoiriyah
Pembelajaran Multikultural melalui Tembang Macapat untuk Meningkatkan Pemahaman Keberagaman dan Memperkokoh Persatuan Bangsa
36
74
38
148
14.
Dewi Ayu Sakdiyyah
Pentingnya Nilai Pancasila dalam Membentuk Peserta didik yang Berkarakter
36
73
42
151
15.
Rizky Yahya
HP BBM (Harian Pancasila; Buku Belajar
Mempertanggungjawabkan) : Media Pembelajaran
Futuristis Akulturasi Cerita Rakyat dengan Kejujuran dan Penanaman Nilai Pancasila di Kalangan Anak Usia SD
35
73
44
152
16.
Fahmima Maslahah
Indonesia Itu Saya Dan Kita Yang Menentukan Bukan Mereka
27
75
32
134
17.
Chania Maulidina Widyasari
Tren Cekrek-Upload: Topik Potensial dalam Project-based Learning guna Menjaga Nilai Pancasila di Era Modernitas
36
73
35
144
18.
Carina Icha Ameylia
Anak Jaman Now Pecandu Tik Tok Hits
27
77
28
132
19.
Maulana Husni
Tembang Macapat : Sebagai Wahana Dialog Multikultural Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila
29
68
39
136
                                 
(Semua hasil penilaian diatas, dapat kami pertanggungjawabkan sebagaimana mestinya)

Selamat untuk para peserta yang mendapat juara 1, juara 2, dan juara 3.
Bagi teman-teman yang belum mendapat juara, jangan berkecil hati. jadikan pengalaman ini untuk terus mengasah kemampuan menulis kalian.
Semoga dengan berakhirnya acara lomba ini, semua harapan dan cita-cita teman-teman semua dapat terus tumbuh dan semakin berkembang ke arah yang lebih baik lagi.

Sehubungan dengan banyaknya agenda yang ada pada intern kami, maka dalam kurun waktu 2 x 24 jam semua sertifikat akan kami kirimkan melalui email teman-teman sekalian.

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi kami melalui :
IG : @mp3fip
FB : @MpTigaFip
Blog : Mp3bemfipum.blogspot.com
Kritik dan saran membangun senantiasa kami tunggu.
Terimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENARKAH??

Karya : Ariska Endah Pratiwi (Ketua Divisi Sastra 2016) Senin pagi, desir-desir angin mengipasi udara Malang. Sejuk, dengan rimbun pohon hijau dan gesekan sapu tukang kebun yang mengayunkan nada pada daun-daun yang berguguran. Sendiri, aku mengetik tulisan ini sendirian, tanpa kawan, tanpa makanan, tanpa minuman. Hening, tepat ketika jarum jamku menunjuk angka delapan, aku hilang dalam keheninganku sendiri. “Mengapa aku disini?” tanyaku pada papan keyboard yang kutunggangi. “Untuk apa aku disini?” tanyaku pada hening yang memuakkan. Aku haus, kurogoh tas ransel abu-abu yang baru dibelikan ibuku satu minggu lalu. Kuambil sebotol air putih pada wadah orange dan kutenggak. Tetapi kerongkonganku tetap kering dan sakit. Aku baru sadar udara sejuk ini menipuku, karena pada kenyataannya aku tak sesejuk pohon maupun tiupan angin. Aku gersang dan terlalu banyak pertanyaan yang menyembul bagai sulur di atas otakku, mematikan aku untuk berpikir yang membahagiakan. Tadi malam, aku mim...

Hidup Sendiri Akan Terasa Damai dan Baik-Baik Saja

 Oleh: Feris Rahma Auliya Aku pernah merasa jenuh untuk tinggal di rumah, yang sepertinya tidak lagi menjadi tempat pulangku yang utuh. Setiap hari, ada saja perselisihan yang terjadi di rumah kami. Entah saling berebut remot TV dengan adik, ibu yang menyuruh membeli ini dan itu padahal aku sedang sibuk-sibuknya dengan tugas kuliah, atau ayah yang- Ah sudahlah! Aku bahkan tidak pernah akrab dengan ayah. Dalam sehari pun, belum tentu aku berbicara kepadanya. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk berbicara seperlunya saja. Tanpa ada kesepakatan, hal itu terjadi dengan sendirinya. Seperti itulah gambaran rumah bagiku. Rasanya muak. Aku ingin pergi. Pergi jauh ke kota orang yang asing. Di mana hanya ada aku dan diriku. Itu saja. “Hidup sendiri akan terasa damai dan baik-baik saja,” begitulah pikirku. Pada bulan April yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, aku berencana merantau ke kota Blitar. Selain karena tempat kuliahku berada di kota Patria itu, aku juga ingin menjelajah bumi, meny...

Omelan Aktivis Desa

Penulis : Khoirul Muttaqin (PLS FIP 2015) Udara yang segar hujan yang indah bulan yang telah berlalu. Secuil mentari terlihat anggun dibalik gunung jauh pertanda hari baru telah datang. Kupu-kupu dan kumbang mulai menampakkan dirinya di antara bunga-bunga melati kesukaanku. Bulan ini berbeda dengan bulan yang telah berlalu. Nyanyian ketidak cocokan terus mengalir dalam benakku. Hari-hari ini. Beberapa hari suara klakson aneh itu terdengar terus di telinga. Pagi siang malam suaranya tak kunjung reda. Kenapa yang hanya suara seperti itu saja bisa menggema ke berbagai sudut ruanganku, televisi radio dan dunia maya juga tak henti-hentinya mengeluarkan suara aneh itu. “Buku Conscientizacao Tujuan Pendidikan Paulo Freire ini   kelihatannya bagus   buat dibaca orang-orang latah itu agar sadar akan keberadaannya. Supaya tidak mudah ikut-ikutan budaya tranding , terseret arus yang enggak jelas yang terlihat bagaikan tidak memiliki p...