Langsung ke konten utama

Rekap data LOMBA ESAI 2018


Rekap data LOMBA ESAI 2018 dengan tema "Meningkatkan Nilai-Nilai Pancasila Anak Bangsa melalui Pendidikan" yang diselenggarakan oleh MP3


1.Nama : Devi Rayvahiz
Judul esai : Buat apa wilayah seluas Sabang sampai Merauke, Jika Pemudanya kehilangan Idealisme (Najwa Sihab)
Instansi : Politeknik Negeri Jember

2.Nama : Isnaeni Kurnya Falakhiya
Judul esai : Peningkatan Budaya Literasi Melalui Buku Audio Visual Pengenal Sejarah Bangsa Indonesia Sebagai Pembentuk Pendidikan Karakter Anak Bangsa Bernilai Pancasila
Instansi : Universitas Negeri Surabaya

3.Nama : Siti Zaenab
Judul esai :  Strategi Perubahan melalui Tiga Pilr Penegak Perubahan Besar Oleh Mahasiswa
Instansi : Unversitas Negeri Surabaya

4.Nama : Az Zahra Azizah Lubis
Judul essai : Sikap Bermoral yang Terlupakan
Instansi : Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

5.Nama : Fadhilatun Nisa’
Judul esai : Gerakan Pendidikan PancasilaUnuk Membangun Anak Bangsa yang Berkaraker dan Menerapkan Nilai-Nilai Pancasiladalam Kehidupan Masyarakat
Instansi : Universias Trunojoyo Madura

6.Nama : Yulianti
Judul essai : Berikan Kepercayaan Kepada Seorang Anak!
Instansi : Universitas NU Surabaya

7.Nama : Ria Candra Yuniarti
Judul essai : Membangun  Karakter Anak Bangsa Melalui Pendidikan Moral Berpancasila Instansi : SMA Negeri 1 Bedengan Ponorogo

8.Nama : Zahid Zufar At Taariq
Judul essai : Sikap dan Solusi dari Dampak Buruk SMARTPHONE sebagai Upaya dalam Mengantisipasi NOMOPOBHIA  dan Kejahatan CYBER BULLYIN  terhadap Anak-Anak
Instansi : Universitas Negeri Malang

9.Nama : Farida Ulfah
Judul essai : Peran Pendidikan Karakter Dalam Upaya Pembentukan
Karakteistik Generasi Muda
Instansi :

10.Nama : Meysya Rilla Nadhifah
Judul essai : Pendidikan Multikuralisme sebagai Bentuk Perwujudan Nilai Keadilan Sosial di Era Globalisasi
Instansi : Universitas Negeri Malang

11.Nama : Novia Nurul
Judul essai : Kolaborasi Nilai-Nilai Pancasila dan Bahasa Kromo Untuk Pendidikan Pemuda yang kekinian
Instansi : IAI Sunan Giri Bojonegoro

12.Nama : Rifqon Hakiki
Judul essai : Solusi Cerdas Revitalisasi Pendidikan Moral Berbasis Permainan Ular Tangga
Instansi : Universitas Negeri Malang

13.Nama : Nikmatul Khoiriyah
Judul essai : Pembelajaran Multikultural melalui Tembang Macapat untuk
Meningkatkan Pemahaman Keberagaman dan Memperkokoh Persatuan Bangsa
Instansi : Universitas Negeri Malang

14.Nama : Dewi Ayu Sakdiyyah
Judul essai : Pentingnya Nilai Pancasila dalam Membentuk Peserta didik yang Berkarakter
Instansi : Universitas Negeri Malang

15.Nama : Rizky Yahya
Judul essai : HP BBM (HARIAN PANCASILA; BUKU BELAJAR
MEMPERTANGGUNGJAWABKAN) : MEDIA PEMBELAJARAN
FUTURISTIS AKULTURASI CERITA RAKYAT DENGAN KEJUJURAN
DAN PENANAMAN NILAI PANCASILA DI KALANGAN ANAK USIA SD
Instansi : Universitas Muhammadiyah Malang

16.Nama : Fahmima Maslahah
Judul essai : INDONESIA ITU SAYA DAN KITA YANG MENENTUKAN BUKAN MEREKA
Instansi :

17.Nama : Chania Maulidina Widyasari
Judul essai : Tren Cekrek-Upload: Topik Potensial dalam Project-based Learning guna
Menjaga Nilai Pancasila di Era Modernitas
Instansi : Universitas Negeri Malang

18.Nama : Cahrina Ameliya
Judul essai : ANAK JAMAN NOW PECANDU TIK TOK HITS
Instansi : Universitas Negeri Malang

19.Nama : Maulana Husni Ma'ruf
Judul essai : TEMBANG MACAPAT : SEBAGAI WAHANA DIALOG MULTIKULTURAL DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA
Instansi : Universitas Negeri Malang

















Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENARKAH??

Karya : Ariska Endah Pratiwi (Ketua Divisi Sastra 2016) Senin pagi, desir-desir angin mengipasi udara Malang. Sejuk, dengan rimbun pohon hijau dan gesekan sapu tukang kebun yang mengayunkan nada pada daun-daun yang berguguran. Sendiri, aku mengetik tulisan ini sendirian, tanpa kawan, tanpa makanan, tanpa minuman. Hening, tepat ketika jarum jamku menunjuk angka delapan, aku hilang dalam keheninganku sendiri. “Mengapa aku disini?” tanyaku pada papan keyboard yang kutunggangi. “Untuk apa aku disini?” tanyaku pada hening yang memuakkan. Aku haus, kurogoh tas ransel abu-abu yang baru dibelikan ibuku satu minggu lalu. Kuambil sebotol air putih pada wadah orange dan kutenggak. Tetapi kerongkonganku tetap kering dan sakit. Aku baru sadar udara sejuk ini menipuku, karena pada kenyataannya aku tak sesejuk pohon maupun tiupan angin. Aku gersang dan terlalu banyak pertanyaan yang menyembul bagai sulur di atas otakku, mematikan aku untuk berpikir yang membahagiakan. Tadi malam, aku mim...

Hidup Sendiri Akan Terasa Damai dan Baik-Baik Saja

 Oleh: Feris Rahma Auliya Aku pernah merasa jenuh untuk tinggal di rumah, yang sepertinya tidak lagi menjadi tempat pulangku yang utuh. Setiap hari, ada saja perselisihan yang terjadi di rumah kami. Entah saling berebut remot TV dengan adik, ibu yang menyuruh membeli ini dan itu padahal aku sedang sibuk-sibuknya dengan tugas kuliah, atau ayah yang- Ah sudahlah! Aku bahkan tidak pernah akrab dengan ayah. Dalam sehari pun, belum tentu aku berbicara kepadanya. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk berbicara seperlunya saja. Tanpa ada kesepakatan, hal itu terjadi dengan sendirinya. Seperti itulah gambaran rumah bagiku. Rasanya muak. Aku ingin pergi. Pergi jauh ke kota orang yang asing. Di mana hanya ada aku dan diriku. Itu saja. “Hidup sendiri akan terasa damai dan baik-baik saja,” begitulah pikirku. Pada bulan April yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, aku berencana merantau ke kota Blitar. Selain karena tempat kuliahku berada di kota Patria itu, aku juga ingin menjelajah bumi, meny...

Omelan Aktivis Desa

Penulis : Khoirul Muttaqin (PLS FIP 2015) Udara yang segar hujan yang indah bulan yang telah berlalu. Secuil mentari terlihat anggun dibalik gunung jauh pertanda hari baru telah datang. Kupu-kupu dan kumbang mulai menampakkan dirinya di antara bunga-bunga melati kesukaanku. Bulan ini berbeda dengan bulan yang telah berlalu. Nyanyian ketidak cocokan terus mengalir dalam benakku. Hari-hari ini. Beberapa hari suara klakson aneh itu terdengar terus di telinga. Pagi siang malam suaranya tak kunjung reda. Kenapa yang hanya suara seperti itu saja bisa menggema ke berbagai sudut ruanganku, televisi radio dan dunia maya juga tak henti-hentinya mengeluarkan suara aneh itu. “Buku Conscientizacao Tujuan Pendidikan Paulo Freire ini   kelihatannya bagus   buat dibaca orang-orang latah itu agar sadar akan keberadaannya. Supaya tidak mudah ikut-ikutan budaya tranding , terseret arus yang enggak jelas yang terlihat bagaikan tidak memiliki p...