Langsung ke konten utama

Postingan

Omelan Aktivis Desa

Penulis : Khoirul Muttaqin (PLS FIP 2015) Udara yang segar hujan yang indah bulan yang telah berlalu. Secuil mentari terlihat anggun dibalik gunung jauh pertanda hari baru telah datang. Kupu-kupu dan kumbang mulai menampakkan dirinya di antara bunga-bunga melati kesukaanku. Bulan ini berbeda dengan bulan yang telah berlalu. Nyanyian ketidak cocokan terus mengalir dalam benakku. Hari-hari ini. Beberapa hari suara klakson aneh itu terdengar terus di telinga. Pagi siang malam suaranya tak kunjung reda. Kenapa yang hanya suara seperti itu saja bisa menggema ke berbagai sudut ruanganku, televisi radio dan dunia maya juga tak henti-hentinya mengeluarkan suara aneh itu. “Buku Conscientizacao Tujuan Pendidikan Paulo Freire ini   kelihatannya bagus   buat dibaca orang-orang latah itu agar sadar akan keberadaannya. Supaya tidak mudah ikut-ikutan budaya tranding , terseret arus yang enggak jelas yang terlihat bagaikan tidak memiliki p...
Titipan dari Ayah by : Winanda Almaluna (SMAN 1 Pare) Juara I lomba Cerpen Nasional Malam mengadu, tentang cintanya kepada purnama. Dilukiskannya dengan elok lekuknya di tengah malam yang romantis. Dari sudut pandang seorang gadis muda, cinta itu digenggamnya. Ia tatap lekat - lekat seribu bintang yang terpapar pada gulita. Berharap ada satu bintang yang bernama ayah, menyapanya. Amanda terdiam menatap tubuh ayahnya yang kaku, tak bergerak sama sekali. Ia tak mengerti mengapa ayah jadi sekaku ini. Dua hari lalu, ayah yang bekerja sebagai nelayan, nekat pergi saat cuaca mendung pekat seperti akan ada badai yang datang. Alasannya sederhana. Bagi seorang nelayan miskin di pesisir pantai popoh, yang terpenting adalah menyekolahkan anak – anaknya sampai tinggi, agar tak melaut seperti ayahnya. Amanda adalah alasan utama mengapa ayah senekat itu. “Tinggal selangkah lagi. Kamu harus jadi dokter nduk.” Katanya sebelum pergi. Amanda terisak dalam diam, tak menyangka.
Rein : Titik yang Lama Hilang by : Alifa Tanzila Meiviana (SMAN 1 Sumber) Juara II lomba Cerpen Nasional  “Semoga aku akan turun pada peraduanku, seperti matahari yang kembali di barat,” begitulah katanya. Re, wanita berprinsip yang hatinya telah terpaut dengan seseorang. Tiga puluh tahun Re hidup, baru kali ini orang tuanya mendengar Re telah jatuh cinta. Karena prinsip Re itulah orang-orang mengkhawatirkannya. Re tidak mau merepotkan orang lain yang bukan darah daging Re, hanya untuk menjaga Re. Aku bisa hidup tanpa orang bernama suami, karena Re masih punya orang-orang yang sayang dengan Re. Egois memang, namun itulah Re. Wanita bebal yang kini menaruh hati kepada anak didiknya. “Bu Rein, sudah bosankah memandang matahari terbenam? Aku akan melanjutkan skripsiku di rumah.” tutur lelaki itu. “Sudah aku bilang, jangan panggil aku ‘ibu’ kalau di luar kampus, kamu ini bebal sekali!” jawabnya tegas. Namun tak urung ia tersenyum juga. Re selalu senang di panggil oleh lelaki...
FAIRYTALE DREAM by: Nur Atika (SMAN 3 Magelang) Juara III lomba Cerpen Nasional Menjadi yang lebih baik dari kemarin. Itulah yang selalu menjadi motto hidupku. Aku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, lagi dan lagi. Hal ini telah kulalui semenjak meninggalnya kakakku, Nizar, tiga tahun yang lalu. Ia selalu membuat masalah di sekolahnya yang akhirnya membuat orangtuaku harus dipanggil berkali-kali karenanya. Namun malang baginya, sebelum ia bisa memperbaiki sifatnya itu, ia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya. Aku tidak ingin menjadi sepertinya, tidak ingin menyesal di kemudian hari. Oleh karena itu aku akan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik, hingga aku dapat mewujudkan cita-citaku dengan baik suatu saat nanti. “Rika! Segera makan sarapanmu!” ujar ibuku dari lantai bawah. “Baik Bu.” jawabku sembari menuruni tangga kamarku ke ruang makan. Usai memakan sarapanku, aku segera berpamitan dan berlari menuju sekolah. SMA Negeri 3 Bandung, disanalah aku b...

Pengumuman Lomba Cerpen Nasional

Selamat Malam sahabat pena, Malam ini panitia Lomba Cerpen MP3 FIP Universitas Negeri Malang akan mengumumkan Juara untuk Lomba Cerpen Nasional tingkat SMA Se-Indonesia : Juara 1    :     Winada Almaluna (SMA NEGERI 2 PARE) "Titipan dari Ayah" Juara II   :    Alifa Tanzila Meiviana (SMA NEGERI 1 SUMBER) "Rein:Titik yang lama hilang" Juara III  :    Nur Atika (SMA NEGERI 3 MAGELANG) "Fairytale Dream" Selamat untuk para peserta yang naskahnya terpilih menjadi 3 Terbaik, untuk yang masih belum jadi juara, jangan berkecil hati dan tetap semangat. Kalian semua adalah juara karena sudah berani ikut bersaing dengan 100 peserta lainnnya. Semoga kita bertemu di event selanjutnya. Semangat dan Salam Literasi sahabat penaku.

Pembaruan Peserta Lomba Terbaru

  Daftar Peserta Lomba Cerpen Nasional Tingkat SMA/SMK/MAN 1. Besse Soraya Tenri Ajeng (Sulawesi Selatan) “Hujan yang Membasahi Mereka” 2. Della Felliana (Jombang) “Kelinci Polos” 3. Dita Ayu Maharani (Purbalingga) “Sekuncup Mawar” 4. Nadila Ayu Permatasari (Nganjuk) “Friendzone” 5. Nurul Chalissya Purnama (Sumatera Barat) “My Cure” 6. Qatrunnada Kirana Salsabila (Bekasi) “Seratus Tiga Puluh Lima” 7. Salsabila Mierszan Fairuzsalwa (Sampit) “Rindu” 8. Faiqoh Rashwah Salsabila (Boyolali) “Sholeh untuk Sholehah” 9. Triana Aulia Safitri (Lombok) “Batu Karang” 10. Yeni Pratiwi (Nganjuk) “Arti Sebuah Ketulusan” 11. Yusya Rugaya Salsabilah (Surabaya) “Way Back To Home” 12. Anggi Muhammad Lubis (Garut) “1001” 13. Alifa Tanzila Meiviana (Jawa Barat) “Titik yang Lama Hilang” 14. Bella Hardiyanti (Cirebon) “Langit” 15. Khusnul Khotimah (Sumatera Selatan) “Nyatanya” 16. Afifah Firda Amalia (Jember) “Lilin Kehidupan” ...

LOMBA CERPEN NASIONAL MP3 FIP UM

 Syarat dan ketentuan : Peserta siswa SMA/SMK/Sederajat se-Indonesia Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat Hak cipta melekat pada penulis, tapi hak terbit menjadi hak panitia  Tanggal penting : Pengumpulan naskah 17 Juni s.d. 30 Agustus 2016 Penjurian 1 September – 7 September 2016 Pengumuman Lomba 9 September 2016  Ketentuan naskah : Karya diketik rapi dalam bentuk softfile ms.word : kertas A4, Times New Roman, font size 12, spasi 1.5, margin kiri 4cm, margin kanan 3cm, margin atas 3cm, margin bawah 3cm. Panjang naskah 3-5 halaman Karya yang dikirim tidak diperbolehkan mengandung unsur adu domba antar suku, agama, ras Karya yang dikirim harus bersifat original, dan belum pernah dipublikasikan di media apapun    Mekanisme pendaftaran lomba cerpen Peserta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 25.000 per naskah Pembayaran dikirimkan ke rek. BRI 640501010814538 an. Armi Diah Mengirimkan segala file ke mp3fip15@gmail.com Ko...