Langsung ke konten utama

LOMBA ESSAY





--- Mahasiswa Peneliti dan Penulis Produktif (MP3) ---
Proudly Present

Dalam rangka memperingati Pekan Nyentrik Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang
Mahasiswa Peneliti dan Penulis Produktif (MP3) bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa FIP menyelenggarakan Lomba Essay dengan tema seputar Mahasiswa 🔊🔊🔊
Cek this out:

💡Tema : Agent of Change

📋Syarat dan Ketentuan :
1. Peserta adalah Mahasiswa aktif FIP (angkatan 2014, 2015, 2016, dan 2017)
2. Peserta merupakan perorangan
3. Peserta hanya diperbolehkan mengirim satu karya
4. Karya yang dikirim belum pernah diikutsertakan dalam lomba atau dimuat dalam media cetak maupun online
5. Karya diketik menggunakan kertas A4 (margin kiri, kanan, atas, bawah) 3 cm, font times new roman 12, spasi 1,5
jumlah kata 500-1000 kata

🗓Deadline :
1. Pendaftaran dan pengumpulan karya, tanggal 01 - 31 Agustus 2017
2. Pengumuman sepuluh besar, tanggal 08 September 2017
3. Presentasi sepuluh besar, tanggal 15 September 2017

📑Pengumpulan karya :
Softfile dikirim melalui email mp3fip15@gmail.com dan Hardfile dikumpulkan disekretariat BEM FIP UM gedung D1.

Format pengiriman email dengan subjek:
Lomba Essay- Nama- Jurusan- Judul- Nomer telepon

🗳Hadiah :
Juara 1,2,3 : Tropy + Uang + Sertifikat
Peserta       : Sertifikat

Pendaftaran GRATIS

Contact Person:
📞 085746888160 (Carina)
📞 085731635721 (Ainul)

🕹 More information
Ig      : @mp3fip
Fb     : Mp3 FIP/ Mp Tiga FIP
Blog  : mp3bemfipum.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENARKAH??

Karya : Ariska Endah Pratiwi (Ketua Divisi Sastra 2016) Senin pagi, desir-desir angin mengipasi udara Malang. Sejuk, dengan rimbun pohon hijau dan gesekan sapu tukang kebun yang mengayunkan nada pada daun-daun yang berguguran. Sendiri, aku mengetik tulisan ini sendirian, tanpa kawan, tanpa makanan, tanpa minuman. Hening, tepat ketika jarum jamku menunjuk angka delapan, aku hilang dalam keheninganku sendiri. “Mengapa aku disini?” tanyaku pada papan keyboard yang kutunggangi. “Untuk apa aku disini?” tanyaku pada hening yang memuakkan. Aku haus, kurogoh tas ransel abu-abu yang baru dibelikan ibuku satu minggu lalu. Kuambil sebotol air putih pada wadah orange dan kutenggak. Tetapi kerongkonganku tetap kering dan sakit. Aku baru sadar udara sejuk ini menipuku, karena pada kenyataannya aku tak sesejuk pohon maupun tiupan angin. Aku gersang dan terlalu banyak pertanyaan yang menyembul bagai sulur di atas otakku, mematikan aku untuk berpikir yang membahagiakan. Tadi malam, aku mim...

Hidup Sendiri Akan Terasa Damai dan Baik-Baik Saja

 Oleh: Feris Rahma Auliya Aku pernah merasa jenuh untuk tinggal di rumah, yang sepertinya tidak lagi menjadi tempat pulangku yang utuh. Setiap hari, ada saja perselisihan yang terjadi di rumah kami. Entah saling berebut remot TV dengan adik, ibu yang menyuruh membeli ini dan itu padahal aku sedang sibuk-sibuknya dengan tugas kuliah, atau ayah yang- Ah sudahlah! Aku bahkan tidak pernah akrab dengan ayah. Dalam sehari pun, belum tentu aku berbicara kepadanya. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk berbicara seperlunya saja. Tanpa ada kesepakatan, hal itu terjadi dengan sendirinya. Seperti itulah gambaran rumah bagiku. Rasanya muak. Aku ingin pergi. Pergi jauh ke kota orang yang asing. Di mana hanya ada aku dan diriku. Itu saja. “Hidup sendiri akan terasa damai dan baik-baik saja,” begitulah pikirku. Pada bulan April yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, aku berencana merantau ke kota Blitar. Selain karena tempat kuliahku berada di kota Patria itu, aku juga ingin menjelajah bumi, meny...

Omelan Aktivis Desa

Penulis : Khoirul Muttaqin (PLS FIP 2015) Udara yang segar hujan yang indah bulan yang telah berlalu. Secuil mentari terlihat anggun dibalik gunung jauh pertanda hari baru telah datang. Kupu-kupu dan kumbang mulai menampakkan dirinya di antara bunga-bunga melati kesukaanku. Bulan ini berbeda dengan bulan yang telah berlalu. Nyanyian ketidak cocokan terus mengalir dalam benakku. Hari-hari ini. Beberapa hari suara klakson aneh itu terdengar terus di telinga. Pagi siang malam suaranya tak kunjung reda. Kenapa yang hanya suara seperti itu saja bisa menggema ke berbagai sudut ruanganku, televisi radio dan dunia maya juga tak henti-hentinya mengeluarkan suara aneh itu. “Buku Conscientizacao Tujuan Pendidikan Paulo Freire ini   kelihatannya bagus   buat dibaca orang-orang latah itu agar sadar akan keberadaannya. Supaya tidak mudah ikut-ikutan budaya tranding , terseret arus yang enggak jelas yang terlihat bagaikan tidak memiliki p...